Memiliki website sendiri di era digital saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan. Baik untuk portofolio profesional, blog pribadi, hingga toko online, website adalah "markas besar" Anda di internet.
Banyak orang mengira membuat website itu sulit dan harus pandai coding. Kabar baiknya, dengan WordPress.org, anggapan itu tidak lagi berlaku.
Perlu dicatat, panduan ini khusus untuk WordPress.org (Self-Hosted), bukan WordPress.com. Mengapa? Karena versi ini memberikan Anda kebebasan penuh, kepemilikan data 100%, dan fleksibilitas tanpa batas untuk mengembangkan website di kemudian hari.
Mari kita mulai langkah demi langkah.
Langkah 1: Siapkan "Lahan" dan "Alamat" (Hosting & Domain)
Sebelum menginstal WordPress, Anda memerlukan dua pondasi utama:
Domain: Alamat website Anda di internet (contoh:
namabisnisanda.com).Hosting: Tempat menyimpan semua file dan data website agar bisa diakses orang lain 24 jam nonstop.
Bayangkan Hosting adalah "tanah" tempat Anda membangun rumah, dan Domain adalah "alamat jalan" agar orang bisa menemukan rumah tersebut. Anda bisa membeli keduanya di penyedia layanan hosting lokal maupun internasional.
Tips: Untuk pemula, carilah paket hosting yang menyediakan fitur "One-Click Install WordPress" atau "Managed WordPress". Fitur ini akan memangkas proses teknis yang rumit.
Langkah 2: Instalasi WordPress Melalui cPanel
Setelah membeli hosting, Anda akan mendapatkan akses ke cPanel (panel kontrol hosting). Berikut cara instalasinya:
Login ke akun cPanel hosting Anda.
Cari menu Softaculous Apps Installer atau ikon logo WordPress.
Klik tombol Install Now.
Anda akan diminta mengisi beberapa detail dasar:
Protocol: Pilih
https://(Pastikan sertifikat SSL gratis dari hosting Anda sudah aktif agar website aman).Domain: Pilih nama domain yang sudah Anda beli.
Directory: Kosongkan kolom ini. Ini sangat penting agar website Anda terinstal di alamat utama, bukan di sub-folder.
Buat Username dan Password admin yang kuat. Hindari penggunaan username "admin" demi keamanan.
Klik Install dan tunggu prosesnya selesai (biasanya kurang dari 1 menit).
Langkah 3: Pengaturan Dasar Dashboard
Selamat! Website Anda sudah online. Sekarang, akses halaman admin melalui namadomain.com/wp-admin dan masuk menggunakan akun yang sudah dibuat.
Sebelum mulai mendesain, ada satu pengaturan vital yang wajib diubah demi SEO (Search Engine Optimization):
Masuk ke menu Settings (Pengaturan) > Permalinks.
Ubah pilihan menjadi Post name (Nama Tulisan).
Klik Save Changes.
Pengaturan ini membuat link artikel Anda terlihat rapi (contoh: domain.com/judul-artikel) dan lebih mudah dibaca oleh Google dibandingkan kode acak.
Langkah 4: Memilih Wajah Website (Tema)
WordPress memiliki ribuan tema gratis. Jangan terburu-buru membeli tema mahal; tema gratis saat ini sudah sangat mumpuni.
Masuk ke menu Appearance (Tampilan) > Themes.
Klik Add New.
Cari tema yang ringan dan fleksibel. Rekomendasi populer untuk pemula adalah Astra, GeneratePress, atau OceanWP.
Klik Install lalu Activate.
Anda bisa menyesuaikan logo, warna, dan font melalui menu Appearance > Customize.
Langkah 5: Menambahkan Fitur dengan Plugin
Plugin ibarat aplikasi tambahan di smartphone Anda. Namun, hati-hati, menginstal terlalu banyak plugin bisa membuat website lambat. Instal hanya yang benar-benar dibutuhkan.
Berikut adalah "Starter Pack" plugin yang wajib ada:
Keamanan: Wordfence atau iThemes Security (Melindungi website dari peretas).
SEO: Yoast SEO atau RankMath (Membantu artikel Anda naik di halaman 1 Google).
Kecepatan: LiteSpeed Cache atau WP Super Cache.
Form Kontak: Contact Form 7 atau WPForms.
Backup: UpdraftPlus (Penyelamat jika terjadi error pada website).
Langkah 6: Mulai Membuat Konten
Di WordPress, ada dua jenis konten utama yang sering membingungkan pemula:
Pages (Halaman): Gunakan ini untuk konten statis yang jarang berubah. Contoh: Halaman About Us, Contact, Privacy Policy.
Posts (Pos): Gunakan ini untuk artikel blog, berita, atau tutorial yang rutin diperbarui. Konten ini akan muncul berdasarkan urutan waktu.
Kesimpulan
Membuat website dengan WordPress ternyata tidak semenakutkan bayangan, bukan? Kini Anda sudah memiliki "rumah" sendiri di internet.
Langkah selanjutnya adalah konsisten mengisi konten dan terus belajar mengoptimalkan tampilan serta performa website Anda. Selamat berkarya di dunia digital!

